Sabtu, 08 Januari 2011

PEMIMPIN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN


A.     PENGERTIAN DAN TUGAS PEMIMPIN

Menurut :
1.      Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan
Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan.
2.      Robert Tanembaum
Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasi, mengarahkan, dan mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan.
3.      Prof. Maccoby
Pemimpin adalah seseorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya.
4.      Lao Tzu
Pemimpin adalah seseorang yang membantu mengembangkan orang lain sehingga akhirnya mereka menjadi mandiri.
5.      Davis and Filley
Pemimpin adalah seseorang yang menduduki suatu posisi manajemen atau seseorang yang melakukan suatu pekerjaan memimpin.
6.      Pancasila
Pemimpin adalah seseorang yang bisa bersikap sebagai pengasuh yang mendorong, menuntun, dan membimbing asuhannya. Sesuai dengan asas :
a.       Ing ngarsa sung tuladha (panutan)
b.      Ing madya mangun karsa (pembangkit semangat)
c.       Tut wuri handayani (mendorong untuk berani bertanggung jawab)

Seorang pemimpin boleh berprestasi tinggi untuk dirinya sendiri, tetapi itu tidak memadai apabila ia tidak berhasil menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya.

Pemimpin adalah sumber aktivitas dan mereka harus merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, dan mengendalikan semua kegiatan, agar tujuan tercapai. Manajer harus memberikan arah kepada perusahaan yang dipimpinnya. Manajer harus memikirkan secara tuntas misi perusahaan itu, menetapkan sasaran-sasaran, strategi, dan mengorganisasi sumber-sumber daya untuk tujuan-tujuan yang telah digariskan dalam anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART).







B.     BEBERAPA PENDEKATAN TENTANG MANAJER
1.      Pendekatan tingkatan dan tugas-tugas manajer
Tingkatan manajer dalam suatu perusahaan ada 3 :
a.       Top manager, yang termasuk dalam golongan ini adalah dirut dan dewan komisaris. Corak kegiatan top manager adalah memimpin organisasi, menentukan tujuan, dan kebijaksanaan pokok.
b.      Middle manager, yang termasuk golongan ini adalah kepala divisi, kepala unit, kepala bagian, pimpinan cabang. Corak kegiatannya adalah memimpin lower manajemen, dan menguraikan kebijaksanaan pokok yang dikeluarkan top manager.
c.       Lower manager, yang termasuk golongan ini adalah supervisor, mandor, dsb. Corak kegiatannya langsung memimpin, mengarahkan, dan mengawasi  parta karyawan pelaksana (the workers)

Tugas-tugas Manajer :
a.       Managerial Cycle, siklus pengambilan keputusan, perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, penilaian, dan pelaporan.
b.      Memotivasi, artinya seorang manajer harus dapat mendorong para bawahannya untuk bekerja giat dan membina bawahan dengan baik, sehingga tercipta suasana kerja yang baik dan harmonis.
c.       Manajer harus berusaha memnuhi kebutuhan-kebutuhan para bawahanya, supaya loyalitas dan partisipasinya meningkat.
d.      Manajer harus dapat menciptakan kondisi yang akan membantu bawahannya mendapatkan kepuasan dalam pekerjaannya.
e.       Manajer harus berusaha agar bawahannya bersedia memikul tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik.
f.        Manajer harus berusaha membina bawahannya agar dapat bekerja secara efektif dan efisien.
g.       Manajer harus membenahi fungsi-fungsi fundamental manajemen secara baik.
h.       Manajer harus mewakili dan membina hubungan yang harmonis dengan pihak-pihak luar.
i.         Manajer harus bertanggung jawab atas keselamatan kerja para bawahannya selama melakukan pekerjaan.
j.        Manajer harus mengadakan pembagian pekerjaan dan mengkoordinasi tugas-tugas supaya terintegrasi kepada tujuan yang diinginkan.
k.      Manajer harus bersedia menjadi penanggung jawab terakhir mengenai hasil yang dicapai dari proses manajemen itu.

2.      Pendekatan luas pekerjaan manajer
Luas pekerjaan manajer meliputi masalah eksternal dan internal. Masalah interbnal perusahaan harus dibenahi dengan baik, supaya semua potensi perusahaan lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Masalah eksternal perusahaan harus diperhitungkan, diamati, dan diimplikasikan mengenai kondisi-kondisi yang mendukung dan menghambat tercapainya tujuan perusahaan, seperti tingkat persaingan, peraturan pemerintah, situasi perekonomian nasional dan internasional.



Luas pekerjaan manajer itu adalah :
a.   Manajer harus mengambil keputusan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan serta memerintah bawahan untuk mengerjakan dan meberikan laporan-laporan dari hasil pelaksanaannya.
b.   Manajer harus mengevaluasi laporan-laporan yang diberikan bawahan apa baik atau tidak.
c.   Manajer harus mempelajari situasi dan kondisi eksternal perusahaan mengenai hal-hal yang mendukung dan menghambat kemajuan perusahaan.
d.   Manajer harus mengarahkan dan memotivasi bawahan supaya produktivitas kerjanya tinggi.
e.   Manajer harus menciptakan kerja sama yang baik dan hubungan-hubungan yang harmonis antara semua karyawan.
f.    Manajer harus berusaha meningkatkan kecakapan dan keterampilan bawahan, sehingga dapat bekerja lebih efektif dan efisien.
g.   Manajer harus berusaha meningkatkan kesejahteraan bawahannya.
h.   Manajer harus terbuka memberi dan menerima informasi demi tujuan yang ingin dicapainya.

3.      Pendekatan sifat kerja manajer
Sifat kerja manajer dibedakan atas kerja fisik dan kerja piker. Manajer dalam suatu perusahaan dikelompokkan atas tiga tingkatan yaitu top manager, middle manager, dan lower manager.

Luas, sifat kerja, dan besarnya tanggung jawab manajer pada setiap tingkatannya (TM – MM – LM) adalah sebagai berikut :
a.   TM luas tugasnya PO > AC, sifat kerjanya kerja piker lebih besar dari kerja fisik (MS > TS).
b.   MM, luas tugasnya PO = AC, sifat kerja fisik = kerja piker (MS = TS).
c.   LM, luas tugasnya kepada AC > PO, sifat kerjanya adalah kerja fisik lebih banyak daripada kerja piker (TS > MS).
d.   Semakin tinggi kedudukan seorang pimpinan maka tugas-tugasnya semakin bersifat umum dan abstrak. Sebaliknya, semakin rendah kedudukan seorang pimpinan maka tugas-tugasnya semakin terinci (spesialisasi), konkret, dan langsung merealisasi tujuan.
e.   Semakin tinggi kedudukan seorang pimpinan maka MS > TS. Sebaliknya semakin rendah kedudukan seorang pemimpin maka TS > MS.
f.    Semakin tinggi kedudukan seorang pimpinan maka PO > AC. Sebaliknya semakin rendah kedudukan seorang pemimpin maka AC > PO.
g.   Middle manager tugasnya untuk MS = TS dan PO = AC karena bertugas di antara TM dan LM.









4.      Pendekatan sifat-sifat seorang manajer
Pada dasarnya seorang manajer yang sukses dalam kepemimpinannya mempunyai sifat-sifat/kualifikasi-kualifikasi tertentu. Diantaranya :
a.   Energi, artunya mempunyai kekuatan mental dan fisik.
b.   Stabilitas ekonomi, artinya seorang manajer tidak boleh cepat marah, harus dapat menahan emosinya, boleh marah tetapi pikiran tetap tenang dan percaya diri.
c.   Human relationship, artinya manajer harus banyak mengetahui tentang hubungan manusia, perilaku manusia, sifat manusia, dan kebutuhan manusia.
d.   Personal motivation, artinya dapat memotivasi diri sendiri, memotivasi orang lain, dan berkemauan keras menjadi pemimpin.
e.   Communication skills, artinya mempunyai kecakapan dalam berkomunikasi yang jelas, baik lisan maupun tulisan.
f.    Teaching skills, artinya cakap untuk mendidik, membimbing, mengajar, memberi petunjuk, membina, dan mengembangkan bawahannya.
g.   Social skills, artinya mempunyai pergaulan yang luas, suka menolong, pemurah, peramah, dan senang melihat bawahnnya maju, sertadapat menghargai orang lain.
h.   Technical competent, artinya kemampuan teknik, kecakapan menganalisis, perencanaan, pengorganisasian, pendelegasian wewenang, dan tangkas dalam mengambil keputusan.

C.     PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1.      Pengertian Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan sangat penting dalam manajemen dan merupakan tugas utama dari seorang pemimpin (manajer). Pengambilan keputusan (decision making) diproses oleh pengambil keputusan (decision maker) yang hasilnya adalah suatu keputusan (decision). Keputusan akan menghasilkan suatu kegiatan (aktivitas) atau mengakhiri kegiatan.

Definisi pengambilan keputusan adalah proses bagaimana menetapkan suatu keputusan yang terbaik, logis, rasional, dan ideal berdasarkan fakta, data, dan informasi dari sejumlah alternative untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan dengan resiko terkecil, efektif, dan efisien untuk dilaksanakan pada masa yang akan datang.

2.      Macam-macam Keputusan
a.   Keputusan yang diambil secara cepat dan kurang memperhatikan, mempertimbangkan data, informasi, dan fakta.
b.   Keputusan yang diambil secara ilmiah, sehingga keputusan itu logis, ideal, rasional untuk dilaksanakan dan resikonya relative kecil.

3.      Basis Pengambilan Keputusan
Decision making yang dilakukan oleh manajer (decision maker) biasanya didasarkan atas :
a.   Keyakinan
b.   Intuisi
c.   Fakta-fakta
d.   Pengalaman
e.   Kekuasaans

0 komentar:

Poskan Komentar

Prof. zonakoe sangat mengharapkan komentar anda dengan harapan akan terjalinnya suatu pertemanan dan sillaturahmi.
Prof. zonakoe pasti akan balik mengunjungi anda supaya kita bisa ngopi bareng lagi